Kalam Syekh Abdul Qadir al-Jilani ini mengajarkan bahwa pergaulan dapat mengubah warna hati tanpa kita sadari. Awalnya kita hanya duduk bersama mereka. Kemudian mendengar perkataan mereka. Kemudian terbiasa dengan cara berpikir mereka. Kemudian kita mulai mengulang perkataan mereka. Akhirnya kita melihat dunia dengan kacamata mereka. Karena itu, jangan hanya bertanya: “Siapa teman saya?” Tetapi tanyakan: “Menjadi manusia seperti apa saya setelah lama berteman dengannya
Jadikan Allah sebagai yang paling penting dalam hidupmu. Apa yang kamu anggap berharga akan kamu perjuangkan; jika dunia yang utama, maka ia akan menyibukkanmu, namun jika Allah yang utama, maka ibadah akan terasa ringan dan menenangkan.
Umrah bukan tentang jauh perjalanan, tapi tentang dekatnya hati kepada Allah. Semoga kita tidak hanya pulang membawa air zamzam dan kurma, tetapi pulang membawa hati yang baru.
Kemuliaan sejati bukanlah karena harta, jabatan, atau kedudukan, melainkan karena ketundukan hati kepada Allah. Orang yang sombong akan direndahkan, sedangkan orang yang tawadhu’ akan ditinggikan.
Neraka Jahannam adalah tempat yang Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā jadikan sebagai balasan bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran dan berpaling dari perintah-Nya. Rasulullah ﷺ menggambarkan kedahsyatannya agar hati manusia tersentuh dan kembali ke jalan yang benar. Beliau bersabda: «نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ بَنُو آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ» — “Api dunia kalian ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api Jahannam.” (HR. Bukhari dan Musli
Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki pahala yang berlipat ganda sesuai dengan penerimanya.
